Sejarah

Tahun 1980 menjadi tonggak sejarah tersendiri bagi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), karena pada tahun ini, melalui Akte Notaris Rosita Wibowo, SH. No.1/1 Oktober 1980, berdiri Yayasan Pendidikan Tirtayasa (Yapenta). Dalam perkembangan menjadi Universitas Tirtayasa, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0597/O/1984, menetapkan status terdaftar untuk tiga fakultas pendiri Untirta; Fakultas Teknik, Fakultas Hukum dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Sekolah Tinggi Teknologi (STT) di Cilegon yang merupakan cikal bakal berdirinya Fakultas Teknik Untirta, didirikan atas prakarsa Direktur Produksi PT. Krakatau Steel, Bapak Djoko Subagyo, pada tahun 1981 karena beberapa pertimbangan, antara lain:

  1. Adanya keprihatinan karena belum adanya Pendidikan Tinggi di daerah Banten.
  2. Adanya SDM di bidang Teknik Metalurgi yang kompeten berasal dari PT. Krakatau Steel dalam jumlah memadai yang bersedia menyumbangkan ilmu dan berperan serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
  3. Adanya dukungan Manajemen PT. Krakatau Steel dan Yayasan Pendidikan Warga Krakatau Steel (YPWKS).

Jurusan Teknik Metalurgi didirikan sejalan dengan disetujuinya pendirian Sekolah Tinggi Teknologi di Cilegon berdasarkan SK Kopertis Wilayah IV Jawa Barat No. 040/1982 dengan jenjang pendidikan tingkat sarjana muda (non gelar). Alasan didirikannya Jurusan Teknik Metalurgi adalah:

  1. Adanya kebutuhan akan tenaga metalurgi untuk mendukung perkembangan industri khususnya industri berat di wilayah Banten seperti PT. Krakatau Steel yang pada saat itu mempunyai kapasitas produksi sebesar 1 juta ton/tahun dan akan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
  2. Dilihat dari jumlah program studi Teknik Metalurgi yang ada di Indonesia saat itu masih sedikit, hanya ada di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selanjutnya Prodi Teknik Metalurgi memperoleh status diakui berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud RI No. 152/DIKTI/Kep/1997. Pada tahun 1998 Jurusan Teknik Metalurgi mengalami perubahan status dari diakui menjadi terakreditasi BAN-PT untuk pertama kali dengan peringkat C berdasarkan Surat Keputusan No. 002/BAN-PT/Ak-II/1998. Pada tahun 2001, Universitas Tirtayasa memperoleh kepercayaan dari pemerintah untuk melaksanakan pendidikan dengan status Perguruan Tinggi Negeri dengan nama Universitas Sultan Ageng Tirtayasa berdasarkan Keppres No. 32 tanggal 19 Maret 2001, sehingga dengan demikian Jurusan Teknik Metalurgi merupakan salah satu Jurusan yang ada di lingkungan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Saat ini Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mengelola enam Fakultas. Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik dan Fakultas Pertanian berlokasi di Serang. Sedangkan untuk Fakultas Teknik yang terdiri dari enam Jurusan, termasuk Jurusan Teknik Metalurgi, berlokasi di sekitar kawasan industri KIEC Cilegon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>